esge's posterous

mati

Mati. Yaaa, sederhana aja kata-katanya, tp semua orang yang mengucapkan bisa jadi merinding dibuatnya.

Gara-gara obrolan dimilis @kopdarjakarta minggu malem kmrn ttg tanda-tanda serangan jantung. ditambah sekelebat peristiwa2 banyak pesohor2 yang meninggal mendadak karena (diduga) serangan jantung, deeg tiba2 kepikiran "bagaimana kalau saya besok mati mendadak?" . Gila langsung galau waktu itu. bagaimana jika tiba-tiba saya mati mendadak, bukan hal yang ga mungkin kan. toh semua orang juga akan mati, entah itu mendadak atau tidak. Sebelum tidur tiba-tiba kebayang beberapa jam kedepan adegan yg mungkin terjadi kalau tiba-tiba kita mati mendadak. Betapa sedihnya keluarga kita, betapa banyak hal yg pengen kita sampaikan tapi sudah tidak memungkinkan lagi. kemudian yang paling utama, bagaimana urusan kita mempertanggungjawabkan apa aja yang telah kita perbuat selama kita hidup.

Konyolnya, kalau bisa disebut seperti itu, ternyata hal pertama yang saya pikirkan kalau saya akan mati mendadak adalah bagaimana istri saya melanjutkan hidupnya kelak. Apa yang bisa saya wariskan atau tinggalkan ke istri saya kelak. Dan selanjutnya kepikiran untuk bikin asuransi. Jadi jika tiba-tiba saya mati, istri akan dapat premi dari asuransi yang saya ambil. Sehingga ga akan terguncang-guncang amat ekonomi keluarga, meskikup istri kerja juga. Bukannya mikir, untuk banyak-banyakin ibadah ya? apa sudah cukup bekal kita menghadap Sang Khalik. 

akh, nulis ini aja saya masih merinding kalau ingat kalau tiba-tiba kita mati mendadak.

 

Trotoar

Dago

 

Jakarta semrawut itu memang semua orang sudah paham dan mungkin memaklumi. tidak adanya perencanaan dari yang terkait yang baik secara jangka panjang mengatasi kemacetan yang kian parah menjadikan jakarta makin parah saja. sekarang ini sepertinya kebijakan malah spt dijual. dengan indikasi banyak dibangun tol-tol menuju perumahan2 mewah. dan perumahan tersebut menjual TOL tadi sebagai salah satu alat jualnya. padahal seharusnya pembangunan diarahkan agar warganya berpindah ke mass transportation. lha ini, monorail ga jalan, subway apalagi. Kereta antar kota makin parah.

dari semrawutnya transportasi dan infrasuktrur jalan. Trotoar di Jakarta juga termasuk yang menyedihkan. Bagaimana tidak, trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki menjadi hak banyak pihak. mulai dari Pedagang kaki, tukang parkir, bahkan sampai motor aja maksain lewat kalau keadaan macet. kesian bener ya pejalan kaki. bahkan motor yang ga tahu diri, kadang marah2 ke pejalan kaki. lha ini siapa yang berhak ya? bahkan ada beberapa kasus pejalan kaki berjalan ditrotoar yang terserempet motor tadi. kesian bener ya?

saya termasuk jarang pake transportasi umum. kebanyakan make motor. bukan apa-apa.Transport umum jakarta masih tidak cukup nyaman. padahal saya juga ga hobi naek motor. mengidam2kan transporttasi yang baik paling tidak spt singapore lah. tapi kapan itu. sebagai tukang motor, saya berketetapan nda akan make trotoar yang bukan hak saya. semacet apapun. bgitu juga jalur busway, sebisa mungkin tidak memakai. bukan hak saya. semoga begitu juga anda, meskipun memang jalanan dijakarta potensi bikin stress  :)

ahh, andai trotoar di jakarta sebaik trotoar di jalan Braga bandung. :)

Posted June 22, 2010

Serambi Mekkah Banda Aceh

Kemarin, tanggal 15 Juni sampe tanggal 21 Juni saya mendapat jatah dinas kantor ke kantor di kota Banda Aceh. Sangat excited mengingat saya belum pernah ke kota Banda Aceh, kota yang mendapat sebutan serambi mekkah. Ini adalah kali kedua saya ke propinsi NAD, sebelumnya tahun 2005 saya pernah dinas ke Lhokseumawe. Setahun setelah tsunami.

Rencananya mau menginap di deket Masjid Raya Baiturrahman. kebetulan juga hotel yang jadi langganan kantor yang saya kunjungi. Menuju TKP, betul memang hoptelnya hanya berjarak 200meter an dari masjid. serta berhadap2an dengan Lapangan Blang Bintang, tempat gaul Banda Aceh untuk olahraga. Malang, ternyata Hotel full. akhirnya sedapetnya nyari hotel yang kosong dan budget masuk. Agak jauh dr pusat kota dan tentu saja jauh dr Masjid Raya Baiturrahman. Gagal dah niat shubuhan disana.

Urusan kerjaan lancar, akhirnya sempat jalan2 ke bbrpa obyek wisata disana. Mulai dari Kapal PLTD yang terseret sampe ketengah kota itu. Jadi ini adalah Kapal yang memang ada di tengah laut untuk pembangkit listrik. Tinggi kapalnya kira2 3x besar rumah. Melihat besarnya kapal yang terseret tersebut, saya jadi merinding. Tidak kebayang seberapa besarnya tsunami waktu itu.Pasti sangat besar. ga kebayang juga jalur yang dilewati kapal tersebut, pasti akan rusak terlindas kapal dimaksud. Tidak kebayang juga bagaimana nasib penduduk sana.

Semakin takjub dan bengong, bgitu kami berkunjung ke masjiid Lampuuk. Barat daya kota Banda Aceh. Jarak masjid tersebut 400meter dari pantai. Semua bangunan sekitar masjid hancur lebur dan hanya masjid tersebut yang berdiri kokoh. Begitu juga ketika kami isya di Mashid Raya Baiturrahman, serasa dream come true. menjadi kenyataan bisa memasuki masjid tersebut. Saya begitu takjub dan berkaca2 memasuki masjid raya tersebut.

Pikiran logis saya tentang megahnya masjid tersebut sebelumnya, saya berpikiran "pasti karena struktrurnya bagus, sehingga bisa kokoh walau diterjang tsunami. beda dengan rumah2 sana, karena bangunannya kurang kokoh. makanya ambruk" . semua pikiran logis saya sepertinya tidak sesuai. ketika berkunjung ke kapal PLTD tersebut, disamping kapal berjarak 10meter ada masjid kecil yang mungkin hanya 1/3 tingginya. Mengingat besarnya kapal, pasti besar juga tsunami. Ternyata masjid tersebut berdiri kokoh. Luar biasa. Begitu juga dengan masjid Lampuuk. dan tentu saja Masjid Raya Baiturrahman. Mungkin masih banyak masjid yang kokoh meski dterjang tsunami. saya hanya mengunjungi 3 masjid tadi.

Memang sudah janji Allah, untuk menjaga rumah Allah. Subhanallah.

(download)

Posted June 21, 2010