mati
Mati. Yaaa, sederhana aja kata-katanya, tp semua orang yang mengucapkan bisa jadi merinding dibuatnya.
Gara-gara obrolan dimilis @kopdarjakarta minggu malem kmrn ttg tanda-tanda serangan jantung. ditambah sekelebat peristiwa2 banyak pesohor2 yang meninggal mendadak karena (diduga) serangan jantung, deeg tiba2 kepikiran "bagaimana kalau saya besok mati mendadak?" . Gila langsung galau waktu itu. bagaimana jika tiba-tiba saya mati mendadak, bukan hal yang ga mungkin kan. toh semua orang juga akan mati, entah itu mendadak atau tidak. Sebelum tidur tiba-tiba kebayang beberapa jam kedepan adegan yg mungkin terjadi kalau tiba-tiba kita mati mendadak. Betapa sedihnya keluarga kita, betapa banyak hal yg pengen kita sampaikan tapi sudah tidak memungkinkan lagi. kemudian yang paling utama, bagaimana urusan kita mempertanggungjawabkan apa aja yang telah kita perbuat selama kita hidup.
Konyolnya, kalau bisa disebut seperti itu, ternyata hal pertama yang saya pikirkan kalau saya akan mati mendadak adalah bagaimana istri saya melanjutkan hidupnya kelak. Apa yang bisa saya wariskan atau tinggalkan ke istri saya kelak. Dan selanjutnya kepikiran untuk bikin asuransi. Jadi jika tiba-tiba saya mati, istri akan dapat premi dari asuransi yang saya ambil. Sehingga ga akan terguncang-guncang amat ekonomi keluarga, meskikup istri kerja juga. Bukannya mikir, untuk banyak-banyakin ibadah ya? apa sudah cukup bekal kita menghadap Sang Khalik.
akh, nulis ini aja saya masih merinding kalau ingat kalau tiba-tiba kita mati mendadak.








